WordPress adalah CMS paling populer di dunia, namun popularitasnya juga membuatnya menjadi target empuk bagi peretas. Banyak pemilik website tidak menyadari bahwa situs WordPress dapat diretas bukan hanya karena serangan canggih, tetapi juga akibat celah keamanan sederhana yang dibiarkan terbuka.
Artikel ini membahas mengapa situs WordPress dapat diretas dan bagaimana teknik peretas melakukannya, serta langkah pencegahan yang bisa Anda terapkan.
Mengapa Situs WordPress Dapat Diretas?
Plugin Rentan dan Tidak Pernah Diperbarui
Plugin adalah komponen yang paling sering menjadi celah. Plugin lama atau jarang diperbarui membuka peluang bagi peretas untuk menyusup ke sistem.
Tema WordPress yang Tidak Aman
Tema nulled atau tema gratis yang tidak bersumber dari platform resmi sering memiliki kode berbahaya. Inilah salah satu alasan situs WordPress dapat diretas tanpa disadari pemiliknya.
Password Lemah
Password mudah ditebak seperti “admin123” memudahkan serangan brute-force. Peretas hanya butuh hitungan detik untuk menebaknya.
Hosting Tidak Aman
Server hosting yang tidak dilengkapi firewall dan monitoring rutin dapat meningkatkan risiko keamanan.
Versi WordPress Usang
WordPress rutin merilis pembaruan keamanan. Bila Anda tidak update, celah lama masih terbuka dan menjadi peluang bagi peretas.
Bagaimana Situs WordPress Dapat Diretas?
Serangan Brute Force
Peretas mencoba ribuan kombinasi username dan password. Jika password lemah, website langsung bisa dibobol.
Injeksi SQL
Celah pada plugin atau formulir memungkinkan peretas memanipulasi database.
Cross-Site Scripting (XSS)
Serangan ini memungkinkan penyisipan script berbahaya ke halaman website untuk mencuri data atau kontrol admin.
Malware dan Backdoor
Setelah mendapatkan akses, peretas sering menanamkan backdoor agar bisa masuk kapan saja, meski Anda sudah ganti password.
Exploit File Upload
Fitur upload yang tidak divalidasi dengan baik memungkinkan file berbahaya masuk ke server.
Cara Mencegah Situs WordPress Diretas
Gunakan Password Kuat dan Multi-Factor Authentication
Gunakan kombinasi huruf besar-kecil, angka, dan simbol. Tambahkan autentikasi dua langkah.
Perbarui WordPress, Tema, dan Plugin Secara Berkala
Setiap update biasanya berisi patch keamanan penting.
Instal Plugin Keamanan
Contoh: Wordfence, iThemes Security, atau Sucuri.
Gunakan Hosting Berkualitas
Hosting premium biasanya dilengkapi keamanan berlapis.
Nonaktifkan Login “Admin”
Ubah username default admin untuk mengurangi risiko brute-force.
Backup Berkala
Backup otomatis membantu Anda pulih dengan cepat jika terjadi peretasan.
Kesimpulan
Ada banyak alasan mengapa situs WordPress dapat diretas, mulai dari plugin rentan hingga password lemah. Namun dengan praktik keamanan yang benar, Anda bisa secara signifikan mengurangi risiko. Mulailah dengan update rutin, penggunaan plugin keamanan, serta penguatan sistem login.
Website yang aman bukan hanya melindungi data Anda, tetapi juga menjaga reputasi bisnis dari kerusakan akibat serangan cyber.
Baca Juga: Keuntungan dan Kerugian dari WordPress sebagai Perangkat Lunak Open Source.


